Kupu Keramik


Welcome bin wilujeng sumping di blog Kupu Keramik alias B
utterfly Ceramic. Blog ini berisi curhat ataupun sharing teknis tentang keramik art dan craft
juga hal-hal lain berkaitan dengan keseharian penulis. Bila ada uneg2 mangga pamiarsa komentaran secara blak-blakan..any comment I will accept openly..

Best,

Natas Setiabudhi

Tuesday, June 17, 2014

Positive and Negative


This is my latest work telling about positive and negative. Today, good and evil hard to make differences. If you see the artwork from certain angles and distances it will look same module. 

Actually there are two group modules on the right and left sides. The right side is positive module (cube and pyramid +) and the left side is negative module (cube and pyramid -). The dimension are height 5 cm, width 5 cm, depth 5-7 cm. I use the zirconia glaze which have temperature 1230 degree celsius.        
  


Friday, May 9, 2014

Experiment with Glazes




I tried to modify the glazes effect by combining of two colors of glazes. It had a satisfactory results. The application techniques are dipping and spraying. But the effect was little bit unpredictable because it depends the feel factor when you glazing. Different in thick of glazes make the result will be different. 

To make rough textures of glazes don't use the spray gun, you just can use the simple manual spraying for killing the insect. Do not spray evenly for a good results.

Thursday, May 8, 2014

Trying Make a Sculptural Ceramic

This was my new configuration of modules. Usually I configured the modules on wall like a "painting". For refreshment, I tried making a sculptural ceramic. The work have length 19 cm., height 15 cm., and width 5 cm. Another difference is the kind of clay I used. The kind is red earthenware clay which have temperature 900-1100 celsius degree and not to be glazed. 





Wednesday, March 5, 2014

The Angled Wheel Throwing, Bayat, Indonesia





A few weeks ago, around 27th February until 1st March 2014, the students and lecturers of Craft Department of Bandung Institute of Technology went to ceramic center of some area in province of Central Java  and D.I. Yogyakarta, Indonesia. Actually there was three ceramic center that we were visited, i.e. Klampok Banjarnegara (Central Java), Kasongan (D.I. Yogyakarta), and Bayat, Klaten (Central Java). All of them use earthenware clay, but they have own character. Banjarnegara clay are harder and finer than others therefore used for utility wares. Banjanegara is well known with the teapot set (teapot, cup, and saucer), just naked clay and colored with slip and burnished.

Among the ceramic centers that we were visited, the most amazing one were Bayat, Klaten. The uniqueness of this center are the way of how they produce the wares. The conventional wheel throwing that we know, the structure is made of woods or steal and the position of  top bat is perpendicular. If you see carefully the picture above the position of top bat is angled and for rotating squeeze the bamboo over and over by left foot.  As you see the pictures, the students were learning how to make a pot by that wheel. The others uniqueness are the maker of pot all of them are women and they could make a pot faster than by conventional ones. But the most proud as Indonesian, the tool is only in Indonesia, fabulous! 

Sunday, February 9, 2014

Aplikasi Terra Sigillata

Brushing the ware with Terra Sig.
Burnishing 


Terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara benda yang sudah diberi terra sigillata dan yang belum. Benda menjadi sedikit berkilap apabila sudah diberi terra sigillata dan digosok permukaannya. Alat gosoknya bisa berupa plastik tipis atau kantong 'kresek' biasa. Penggosokan dilakukan secara berulang-ulang sampai mendapatkan kemengkilapan yang diinginkan. Dalam keramik teknik ini dinamakan burnish, dimana selain fungsinya membuat benda menjadi sedikit kilap juga menutup pori-pori tanah liat sehingga bisa dipakai untuk menampung air.

Terra sigillata bisa diaplikasikan dengan berbagai cara, seperti teknik kuas, teknik semprot, atau teknik celup. Di bawah ini merupakan aplikasi teknik kuas. Pengulasan dimulai dari atas bodi kemudian perlahan bergeser sampai bawah. Penggosokan harus sesegera mungkin, sesaat setelah cairan terra sigillata meresap ke dalam bodi. Untuk mendapatkan hasil kilap yang optimal, pengulasan dan penggosokan dilakukan 3 sampai 4 kali.

Bodi yang akan diaplikasikan terra sigillata sebaiknya jangan terlalu tipis, khususnya untuk bodi bone dry. Karena pada saat diberi cairan terra sigillata bodi menjadi basah, sehingga beresiko menjadi retak. Paling tidak ketebalannya antara 6 sampai 8 milimeter. Selain itu permukaan bodi yang dipakai untuk aplikasi terra sigillata harus benar-benar rata. Kalau bergelombang hasilnya tidak akan optimal karena akan menemui kesulitan pada saat melakukan penggosokan (burnishing). Untuk meratakan / menjadi tidak bergelombang permukaannya,  bisa menggunakan rib fiber pada saat memutar atau melakukan trimming


Di bawah ini merupakan beberapa contoh keramik yang sudah diberi terra sigillata. Terra sigillata merupakan aplikasi untuk jenis tanah liat bakaran rendah (900-1050 C), jika dibakar lebih tinggi efek kilapnya akan hilang. Jenis tanah liat Plered, Purwakarta dan Cipeundeuy, Nagreg cocok untuk aplikasi ini.







Naked Raku


Ini adalah detail dari salah satu karya yang dipamerkan di galeri NAS, Jakarta dalam rangka Jakarta Contemporary Ceramic Biennale #1. Karya ini dibuat oleh seniman-seniman yang tergabung di Gaya Ceramic and Design, Bali (Hillary Kane, Marcello Massoni, dan Michela Foppiani). Disini saya ingin memperlihatkan seperti apa naked raku itu. Pada foto terlihat karakter raku-nya lebih simpel dari raku pada umumnya. Pada raku konvensional karakternya warnanya sangat leleh, kehitaman dan berkilauan. Sementara pada naked raku, karakternya lebih dingin dan terdapatnya retak-retak yang teratur.




Biskuit untuk membuat naked raku sebaiknya diburnish terlebih dulu. Kemudian bendanya disemprotkan slip. Fungsi slip adalah menghalangi atau mencegah glasir meleleh di atas permukaan benda. Setelah itu baru glasir raku disemprotkan tipis di atas slip. Setelah glasirnya matang/leleh, keluarkan dari dalam tungku dan masukan ke dalam tong galvanize yang berisi material organik kering (serbuk gergaji, dedaunan, atau kertas koran) dan tutup dengan rapat. Setelah dikeluarkan dari tong,  semprotkan atau kucuri dengan air sehingga glasirnya menjadi terkelupas. Hasilnya adalah tercipta permukaan benda halus putih dengan retak-retak hitam yang menakjubkan.     


Sunday, February 2, 2014

Mihrab



This was my commission work for mosque. If you see the ceramic mural clearly, there are Allah and Muhammad among the modules. I use stoneware clay which fired to 1230 degree Celsius. Totally modules are over 600 modules. The size each module Long: 10 cm. Width: 10 cm. Height: 5-8 cm. The area modules for mihrab are Width:  Height: 400 cm. Width: 580 cm.