Kupu Keramik


Welcome bin wilujeng sumping di blog Kupu Keramik with Natas Setiabudhi
. Blog ini berisi curhat ataupun sharing teknis tentang keramik art dan craft
juga hal-hal lain berkaitan dengan keseharian penulis. Bila ada uneg2 mangga pamiarsa komentaran secara blak-blakan..any comment I will accept openly..

Best,

Natas Setiabudhi

Saturday, December 17, 2011

Lovely Bandung






Gedung Merdeka
the place where the international conference 
Asia and Africa had been held in 1955

The legend of Braga street
Another legendary hotel











Bandung is my home town, I was born here and i really love this city. Bandung is one of metropolitan city in Indonesia, besides Jakarta and Surabaya. If you visit Bandung, you will find many uniqueness, like the panorama, historical buildings, shopping, good culinary, and friendly people. Bandung has a cool climate, especially in northern Bandung. Also many good universities are here, like Bandung Institute of Technology (ITB), Padjajaran University (UNPAD), Catholic Parahyangan University (UNPAR), Indonesia University of Education (UPI), and many more...


Legend hotel in Bandung


Historical buildings in Asia Africa street















 Specialized in table ware and interior element ceramics Spesialisasi membuat keramik table ware dan elemen estetik dalam interior

Friday, December 2, 2011

Tasikmalaya Trip












 

















This is another lovely place of Indonesia. The place is called Tasikmalaya city, West Java provence. From Jakarta it takes 5 hours by car. West Java is well known about lovely landscape and a rich soils. Likes proverb you just put the branch and grown up.  

Tasikmalaya also known in rattan handicraft. The products most are basket. The quality has standard for export, especially to America, Europe, and Japan.     






Specialized in table ware and interior element ceramics Spesialisasi membuat keramik table ware dan elemen estetik dalam interior

Sunday, October 30, 2011

Make a box mold


1. Wooden model dressed
2. Set up the board walls
3. Divided into a half
4. Pour the plaster
5. First side
6. Second side



7. Last side (bottom side)
8. Complete mold








I tried making a box mold. The model was made of wood. You must give the model sphere (additional height according to the shape) like the pictures above. I made my own separator, a mixture of white soap and coconut oil. They were heated until homogenous mixture. The system of this mold was drained casting. I didn't have to pour back the waste slip into container, I just made a six holes for valve in the bottom. You don't have to drill the dry mold, just use wet clay when you are making the mold (fig. 7). 

If you try for slip casting, you should put the mold aboard the container using wooden props. When you have appropriate thickness, you just withdraw the valve from the bottom of the mold, so the slip will run down into container. If you have to lift and upend the mold that contain slip, it's too risky and potentially have different thickness.   

I've made some boxes from this method. But actually I felt this demonstration is too much. Beside the shape also the size. I thought, I've made something mission impossible. May be it has a good shape in drying or bisque state, but in high firing it will be collapsed or badly deformed. But the method of using valve in the bottom of the mold is applicable to the other shapes. Remember just for a big one. But if you like challenges and have better method, a box shape is a good choice.                





Specialized in table ware and interior element ceramics Spesialisasi membuat keramik table ware dan elemen estetik dalam interior

Tuesday, October 18, 2011

Bali Trip





These pictures are Balinese traditional roof tiles. They are made by traditional craftsmen in Pejaten village, Tabanan, Bali. From Denpasar, it takes 45 minutes by motorcycle. In Indonesia language, the roof may be called "genting". It's made of local red clay. In Some Asia countries, genting is still used for building the house. Genting like a module and stacked each other tightly. For decorating, there are special forms. Those on the middle picture are usually put on the top of roof and the below one for edge of the roof.            



Specialized in table ware and interior element ceramics Spesialisasi membuat keramik table ware dan elemen estetik dalam interior

Sunday, October 16, 2011

Malang Trip




These pictures are the condition of craftsmen village in Malang, Indonesia. From Jakarta it takes one hour by plane and 17 hours by train. They use stoneware clay and high fired glaze. The product that they made were mostly by slip cast technique. They were really experts in making molds, from little ones until a big one such as vessel which is 1 meter high. But  mostly they produce souvenirs, with the big one as occasionally done. Because the policy of Indonesian government for conversion of gas to LPG, many factories got bankrupt. Today by time to time with government support they begin to exist again.   

         







Specialized in table ware and interior element ceramics Spesialisasi membuat keramik table ware dan elemen estetik dalam interior

Friday, October 14, 2011

Ambon Trip





Recently, I went to Ambon, Maluku. From Jakarta It takes 3 hours to there by plane. It's one of beautiful places in Indonesia which you must visit. The place is called Pintu Kota alias Town Door. The shape like the door or gate of rocks which someone or something can pass through below. From Ambon city to there, it takes 45 minutes by car.  


Specialized in table ware and interior element ceramics Spesialisasi membuat keramik table ware dan elemen estetik dalam interior

Saturday, October 1, 2011

Membuat Tekstur

1. Untuk membuat tekstur bergaris-garis, sebagai tanda dapat menggunakan
kertas skala kemudian tekan dengan menggunakan alat yang ujungnya agak
tajam. Penekanan hanya pada deret ujung ke ujung sesuai dengan pola
yang diinginkan
2. Pada foto terlihat bekas jejak titik sebagai akibat penekanan tadi


3. Toreh permukaan tanah, dibantu dengan penggaris berdasarkan
jejak titik dari ujung ke ujung

4. Benda yang sudah selesai ditoreh.
Specialized in table ware and interior element ceramics Spesialisasi membuat keramik table ware dan elemen estetik dalam interior

Sunday, September 18, 2011

Bone China





Karya di atas menggunakan jenis tanah liat bone china. Teknik pembentukannnya menggunakan mold (cetakan gipsum) dengan cara slip casting (tuang slip). Untuk memperlihatkan sifat tembus cahayanya, karya diberi alas akrilik putih tipis dan dibawahnya diberi beberapa lampu. 

Bone china merupakan tipe soft paste porselen yang komposisinya terdiri dari bone ash, material feldspatic, dan kaolin. Bone ash jika dianalisis secara kimia termasuk jenis calcium phosphate. Paling tidak jumlahnya 30% dari perbandingan total. Bone china merupakan tipe translucent body (tembus cahaya) dan memiliki bodi yang sangat putih. Selain itu juga memiliki daya mekanik yang sangat kuat.  

Secara sederhana komposisi untuk bone china adalah:
  • 6 bagian bone ash
  • 4 bagian feldspar
  • 3,5 bagian kaolin

Keramik bone china sangat rentan terhadap fenomena thermal shock, khususnya jika ketebalan penampangnya terlalu tipis. Biasanya ketipisan minimal sekitar 2 sampai 3 milimeter. Tapi untuk amannya, benda jangan diambil ke luar sebelum benar-benar dingin dalam tungku atau paling tidak bisa diambil dengan tangan kosong (benda agak hangat).  

  
Sebenarnya di Indonesia sudah bisa mendapatkan bone china. Biasanya dalam bentuk bongkahan halus. Bahan ini tinggal diberi air dan sedikit water glass. Untuk memperoleh bone china agak sulit, karena bahan tersebut diimpor oleh pabrik-pabrik keramik besar dan digunakan hanya untuk keperluan intern saja. Orang luar bisa saja mendapatkannya. Itu pun jika memiliki akses ke pabrik, jumlahnya pun  sangat terbatas.
     

Monday, September 5, 2011

Saturday, September 3, 2011

My Luster #1





Foto di atas merupakan aplikasi luster pada bodi glasir bakaran tinggi yang sudah dibakar. Luster dapat dikatakan sebagai bakaran ke-3 setelah biskuit dan bakar glasir. Teknik pewarnaannya menggunakan teknik kuas. Metode bakarannya harus normal atau oksidasi, jika reduksi akan mempengaruhi kualitas warna emasnya. Bila menggunakan bahan bakar gas cair (LPG), warna apinya harus biru. Untuk menghindari api kuning bukaan angin pertama sebaiknya dibuka setengah atau full.

Luster adalah garam metalik yang diaplikasikan ke keramik berglasir kemudian dibakar lagi pada suhu sekitar pancang 022 sampai 018. Hasilnya terbentuk suatu lapisan logam tipis di atas permukaan berglasir matang. Luster begitu fragile dan mudah tergores, oleh karenanya tidak aman digunakan sebagai wadah makan / minum, kecuali sebagai elemen dekorasi pada bagian luarnya.

Luster yang saya gunakan merupakan jenis gold. Wujudnya seperti cairan kental berwana coklat kekuningan pekat. Saya peroleh dari Jepang dan harganya sekitar 1 juta rupiah di luar dari ongkos kirim (10 gram berat cair). Dalam pengaplikasiannya selain cairan luster dibutuhkan juga pengencer dan cairan dasar. Pengencer fungsinya mengencerkan cairan luster sehingga menjadi mudah dalam pengaplikasian. Pengencer ini juga bisa membersihkan sisa-sisa luster yang menempel pada kuas, wadah atau bagian-bagian yang tidak diinginkan terkena cairan luster. Sementara itu cairan dasar (ada kandungan getahnya) berfungsi sebagai  pelapis dasar pada permukaan bodi agar cairan luster dapat menempel dengan kuat. Kalau tidak diberi pelapis dasar, luster akan meluncur dan tipis. Sebagai wadah cairan luster ketika meracik dapat menggunakan alas kaca atau permukaan logam.

Meskipun aplikasinya menggunakan teknik kuas, hasil bakarannya tetap menjadi rata tidak terlihat brush stroke-nya. Aplikasi luster harus tipis, jika ketebalan ia menjadi kering sehingga akan terkelupas dari permukaan glasir matangnya.

Alat-alat (wadah, kuas, lap) yang digunakan harus dikhususkan untuk aplikasi luster, jangan dicampur dengan aplikasi yang lain.  Karena bila tercampur akan mempengaruhi kualitas dari luster tersebut. Selain itu bodi glasir yang akan diberi luster harus bebas dari minyak dan debu karena bisa menyebabkan ia tidak menempel dengan baik.  

Thursday, August 11, 2011

Instal Karya Sistem Grid

1. Pemberian grid line dari benang
2. Karet matras utk pemasangan modul
 di atas base (lihat teknik pemasangan 
matras di Instal Karya Sistem Selotip)
3. Setelah karet dan kayunya dilem,
rekatkan dengan teguh keduanya
4. Dinding dibor untuk pemasangan fischer


5. Fischer dimasukan
6. Empat baut dipasang  pada fischer
(untuk penggantungan karya)

7. Pemasangan karya di dinding