Kupu Keramik


Welcome bin wilujeng sumping di blog Kupu Keramik with Natas Setiabudhi
. Blog ini berisi curhat ataupun sharing teknis tentang keramik art dan craft
juga hal-hal lain berkaitan dengan keseharian penulis. Bila ada uneg2 mangga pamiarsa komentaran secara blak-blakan..any comment I will accept openly..

Best,

Natas Setiabudhi

Sunday, September 18, 2011

Bone China





Karya di atas menggunakan jenis tanah liat bone china. Teknik pembentukannnya menggunakan mold (cetakan gipsum) dengan cara slip casting (tuang slip). Untuk memperlihatkan sifat tembus cahayanya, karya diberi alas akrilik putih tipis dan dibawahnya diberi beberapa lampu. 

Bone china merupakan tipe soft paste porselen yang komposisinya terdiri dari bone ash, material feldspatic, dan kaolin. Bone ash jika dianalisis secara kimia termasuk jenis calcium phosphate. Paling tidak jumlahnya 30% dari perbandingan total. Bone china merupakan tipe translucent body (tembus cahaya) dan memiliki bodi yang sangat putih. Selain itu juga memiliki daya mekanik yang sangat kuat.  

Secara sederhana komposisi untuk bone china adalah:
  • 6 bagian bone ash
  • 4 bagian feldspar
  • 3,5 bagian kaolin

Keramik bone china sangat rentan terhadap fenomena thermal shock, khususnya jika ketebalan penampangnya terlalu tipis. Biasanya ketipisan minimal sekitar 2 sampai 3 milimeter. Tapi untuk amannya, benda jangan diambil ke luar sebelum benar-benar dingin dalam tungku atau paling tidak bisa diambil dengan tangan kosong (benda agak hangat).  

  
Sebenarnya di Indonesia sudah bisa mendapatkan bone china. Biasanya dalam bentuk bongkahan halus. Bahan ini tinggal diberi air dan sedikit water glass. Untuk memperoleh bone china agak sulit, karena bahan tersebut diimpor oleh pabrik-pabrik keramik besar dan digunakan hanya untuk keperluan intern saja. Orang luar bisa saja mendapatkannya. Itu pun jika memiliki akses ke pabrik, jumlahnya pun  sangat terbatas.
     

Monday, September 5, 2011

Saturday, September 3, 2011

My Luster #1





Foto di atas merupakan aplikasi luster pada bodi glasir bakaran tinggi yang sudah dibakar. Luster dapat dikatakan sebagai bakaran ke-3 setelah biskuit dan bakar glasir. Teknik pewarnaannya menggunakan teknik kuas. Metode bakarannya harus normal atau oksidasi, jika reduksi akan mempengaruhi kualitas warna emasnya. Bila menggunakan bahan bakar gas cair (LPG), warna apinya harus biru. Untuk menghindari api kuning bukaan angin pertama sebaiknya dibuka setengah atau full.

Luster adalah garam metalik yang diaplikasikan ke keramik berglasir kemudian dibakar lagi pada suhu sekitar pancang 022 sampai 018. Hasilnya terbentuk suatu lapisan logam tipis di atas permukaan berglasir matang. Luster begitu fragile dan mudah tergores, oleh karenanya tidak aman digunakan sebagai wadah makan / minum, kecuali sebagai elemen dekorasi pada bagian luarnya.

Luster yang saya gunakan merupakan jenis gold. Wujudnya seperti cairan kental berwana coklat kekuningan pekat. Saya peroleh dari Jepang dan harganya sekitar 1 juta rupiah di luar dari ongkos kirim (10 gram berat cair). Dalam pengaplikasiannya selain cairan luster dibutuhkan juga pengencer dan cairan dasar. Pengencer fungsinya mengencerkan cairan luster sehingga menjadi mudah dalam pengaplikasian. Pengencer ini juga bisa membersihkan sisa-sisa luster yang menempel pada kuas, wadah atau bagian-bagian yang tidak diinginkan terkena cairan luster. Sementara itu cairan dasar (ada kandungan getahnya) berfungsi sebagai  pelapis dasar pada permukaan bodi agar cairan luster dapat menempel dengan kuat. Kalau tidak diberi pelapis dasar, luster akan meluncur dan tipis. Sebagai wadah cairan luster ketika meracik dapat menggunakan alas kaca atau permukaan logam.

Meskipun aplikasinya menggunakan teknik kuas, hasil bakarannya tetap menjadi rata tidak terlihat brush stroke-nya. Aplikasi luster harus tipis, jika ketebalan ia menjadi kering sehingga akan terkelupas dari permukaan glasir matangnya.

Alat-alat (wadah, kuas, lap) yang digunakan harus dikhususkan untuk aplikasi luster, jangan dicampur dengan aplikasi yang lain.  Karena bila tercampur akan mempengaruhi kualitas dari luster tersebut. Selain itu bodi glasir yang akan diberi luster harus bebas dari minyak dan debu karena bisa menyebabkan ia tidak menempel dengan baik.