Kupu Keramik


Welcome bin wilujeng sumping di blog Kupu Keramik with Natas Setiabudhi
. Blog ini berisi curhat ataupun sharing teknis tentang keramik art dan craft
juga hal-hal lain berkaitan dengan keseharian penulis. Bila ada uneg2 mangga pamiarsa komentaran secara blak-blakan..any comment I will accept openly..

Best,

Natas Setiabudhi

Sunday, February 9, 2014

Aplikasi Terra Sigillata

Brushing the ware with Terra Sig.
Burnishing 


Terjadi perbedaan yang cukup signifikan antara benda yang sudah diberi terra sigillata dan yang belum. Benda menjadi sedikit berkilap apabila sudah diberi terra sigillata dan digosok permukaannya. Alat gosoknya bisa berupa plastik tipis atau kantong 'kresek' biasa. Penggosokan dilakukan secara berulang-ulang sampai mendapatkan kemengkilapan yang diinginkan. Dalam keramik teknik ini dinamakan burnish, dimana selain fungsinya membuat benda menjadi sedikit kilap juga menutup pori-pori tanah liat sehingga bisa dipakai untuk menampung air.

Terra sigillata bisa diaplikasikan dengan berbagai cara, seperti teknik kuas, teknik semprot, atau teknik celup. Di bawah ini merupakan aplikasi teknik kuas. Pengulasan dimulai dari atas bodi kemudian perlahan bergeser sampai bawah. Penggosokan harus sesegera mungkin, sesaat setelah cairan terra sigillata meresap ke dalam bodi. Untuk mendapatkan hasil kilap yang optimal, pengulasan dan penggosokan dilakukan 3 sampai 4 kali.

Bodi yang akan diaplikasikan terra sigillata sebaiknya jangan terlalu tipis, khususnya untuk bodi bone dry. Karena pada saat diberi cairan terra sigillata bodi menjadi basah, sehingga beresiko menjadi retak. Paling tidak ketebalannya antara 6 sampai 8 milimeter. Selain itu permukaan bodi yang dipakai untuk aplikasi terra sigillata harus benar-benar rata. Kalau bergelombang hasilnya tidak akan optimal karena akan menemui kesulitan pada saat melakukan penggosokan (burnishing). Untuk meratakan / menjadi tidak bergelombang permukaannya,  bisa menggunakan rib fiber pada saat memutar atau melakukan trimming


Di bawah ini merupakan beberapa contoh keramik yang sudah diberi terra sigillata. Terra sigillata merupakan aplikasi untuk jenis tanah liat bakaran rendah (900-1050 C), jika dibakar lebih tinggi efek kilapnya akan hilang. Jenis tanah liat Plered, Purwakarta dan Cipeundeuy, Nagreg cocok untuk aplikasi ini.







Naked Raku


Ini adalah detail dari salah satu karya yang dipamerkan di galeri NAS, Jakarta dalam rangka Jakarta Contemporary Ceramic Biennale #1. Karya ini dibuat oleh seniman-seniman yang tergabung di Gaya Ceramic and Design, Bali (Hillary Kane, Marcello Massoni, dan Michela Foppiani). Disini saya ingin memperlihatkan seperti apa naked raku itu. Pada foto terlihat karakter raku-nya lebih simpel dari raku pada umumnya. Pada raku konvensional karakternya warnanya sangat leleh, kehitaman dan berkilauan. Sementara pada naked raku, karakternya lebih dingin dan terdapatnya retak-retak yang teratur.




Biskuit untuk membuat naked raku sebaiknya diburnish terlebih dulu. Kemudian bendanya disemprotkan slip. Fungsi slip adalah menghalangi atau mencegah glasir meleleh di atas permukaan benda. Setelah itu baru glasir raku disemprotkan tipis di atas slip. Setelah glasirnya matang/leleh, keluarkan dari dalam tungku dan masukan ke dalam tong galvanize yang berisi material organik kering (serbuk gergaji, dedaunan, atau kertas koran) dan tutup dengan rapat. Setelah dikeluarkan dari tong,  semprotkan atau kucuri dengan air sehingga glasirnya menjadi terkelupas. Hasilnya adalah tercipta permukaan benda halus putih dengan retak-retak hitam yang menakjubkan.     


Sunday, February 2, 2014

Mihrab



This was my commission work for mosque. If you see the ceramic mural clearly, there are Allah and Muhammad among the modules. I use stoneware clay which fired to 1230 degree Celsius. Totally modules are over 600 modules. The size each module Long: 10 cm. Width: 10 cm. Height: 5-8 cm. The area modules for mihrab are Width:  Height: 400 cm. Width: 580 cm.